Kisah berikutnya, aku pernah distraf oleh Guru - Civics alias PPkn untuk mata pelajaran sekarang gara-gara untuk menghilangkan kantuk yang bersarang pada diri ini, terpaksa aku menyimak wajah yang sangat javaness.
Kepala botak mengkilat menimbulkan sinar bulan ditengah siang bolong dari atas kepalanya. Guru itu bernama Bapak Sardjono. Detail wajahnya kugores dengan pencil B2. Matanya. Hidungnya dan bibirnya. Fokus utama dalam melukis wajah ternyata ada pada sepasang mata. Setiap detik dan menit aku melihat wajah pak Sardjono. Barangkali Pak sardjono itu menganggap aku bergitu begitu tekun menyimak pelajarannya.. Alhasil aku tersenyum-senyum ketika aku berhasil menggoreskan wajahnya bak sebuah karikatur. Rupanya senyum simpulkanku disambut oleh teman sebangku ku yang bernama " Nina yang mungil dan cantik".
Entah dimana dia sekarang.


